Kamis, 16 Februari 2017

Makalah Masalah dan Solusi Pada PSU



BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Pada perkembangan teknologi yang semakin maju, penggunaan komputer serta barang elektronik lain semakin marak di gunakan. Memang kita sebagai pengguna hanya menggunakan alat tersebut. Akan tetapi kita terkadang susah atau bingung apabila alat tersebut mengalami masalah dalam hal ini rusak, misalnya pada komputer atau laptop kita baik itu yang bersifat pribadi ataupun umum.
Latar belakang biasanya menjadi problem dalam memilih perangkat, jenis,dan spesifikasi sebuah komputer. Diantaranya adalah tingkat kerusakannya, Kerusakan pada PC beragam ragam, mulai dari software hingga ke hardwarenya. Jika kerusakan yang terjadi pada software mungkin masih bisa kita perbaiki sendiri dengan banyak cara, namun jika kerusakan terjadi pada hardware, seperti memory,hardisk, bahkan pada PSU nya, jika sudah rusak, kemungkinan besar kita menggantinya.
Nah sebelum mengganti part part tersebut, kita akan membahas bagaimana mendeteksi, atau troubleshoot pada PSU yang bermasalah.

B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Apa Penjelasan Troubleshooting?
2.    Kerusakan dan Solusi Pada Power Supply Yang Bermasalah.

C.    TUJUAN
Berdasarkan dengan latar belakang dan rumusan masalah dalam makalah ini penulis menyampaikan tujuan dalam pembuatan makalah ini dengan tujuan:
1.    Memenuhi tugas mata kuliah troubleshooting
2.    Memahami pengertian troubleshooting
3.    Dapat mengetahui cara menganalisa Kerusakan pada Powersupply
4.    Menambah wawasan kita mengenai masalah yang terjadi pada PowerSupply
yang di gunakan





BAB II
PEMBAHASAN

A.     PENGERTIAN TROUBLESHOOTING
Troubleshooting merupakan cara menyelesaikan masalah  pada sistem komputer atau piranti teknologi lain menggunakan metode yang sistematik. Pendekatannya adalah menemukan sumber permasalahan atau kesalahan agar nantinya dapat diperbaiki.Troubleshooting sering disalah artikan sebagai masalah itu sendiri, bukan metode penyelesaian masalahnya.

B.    MENGANALISA TROUBLESHOOTING
Tabel Pendeteksian Masalah




1)     Analisa Pengukuran
            Pada tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada komponen nomor 1 sampai 3. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut Contoh : Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu mengukur tegangan yang diberikan oleh Power Supply ke komponen lainnya.

2)     Analisa Suara
            Pada tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak keterangan berikut :
§  1 beep pendek         DRAM gagal merefresh
§  2 beep pendek         Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
§  3 beep pendek         BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama.
§  4 beep pendek         Timer pada sistem gagal bekerja
§  5 beep pendek         Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
§  6 beep pendek         Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
§  7 beep pendek         Video Mode error
§  8 beep pendek         Tes memori VGA gagal
§  9 beep pendek         Checksum error ROM BIOS bermasalah
§  10 beep pendek       CMOS shutdown read/write mengalami errror
§  11 beep pendek       Chache memori error
§  1 beep panjang 3 beep pendek        Conventional/Extended memori rusak
§  1 beep panjang 8 beep pendek        Tes tampilan gambar gagal
Catatan : Pada kode beep di atas hanya berlaku pada BIOS jenis AMI dan jenis BIOS lainnya mempunyai kode beep berbeda.

3)     Analisa Tampilan
            Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9.
Contoh : Pada saat komputer dinyalakan tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya pada Keyboard.


C. CARA MELAKUKAN TROUBLESHOOTING
       Kasus:
Power supply mengeluarkan suara yang berderit-derit.
Solusi:
Kemungkinan besar permasalahan tersebut terletak pada kipas prosesor. Bersihkan kipas prosesor tersebut. Tetapi apabila setelah dibersihkan masih mengalami kondisi yang sama, maka permasalahan tersebut terletak pada beberapa konrponen elektronik yang ada di sekitar power supply.
Kasus:
Lampu penerangan suram dan kompufer booting ulang.
Solusi:
Kemungkinan tegangan listrik tidak stabil dan memerlukan UPS untuk menangani masalah tersebut. Segera beli UPS untuk menangani masalah tersebut, karena apabila dibiarkan maka PC lama kelamaan akan rusak karena tegangan yang tidak stabil.

Kasus:
Ketika menghidupkan komputer, tidak terjadi apa-apa, tetapi power supply tidak mau hidup.
Solusi:
Pastikan semua komponen terpasang dan terhubung pada power dan mendapatkan daya dari power supply tersebut. Jika kita menggunakan casing komputer dengan power supply yang bertipe ATX, Kita harus mengecek konektor dari switch power ke konektor Power Switch yang ada di motherboard. Sangat sering terjadi, khususnya ketika memasang case compute dengan sistem ATX, konektor yang dipasang keliru dan terbali sehingga menyebabkan PC tidak bisa menyala. Jika konektornya sudah terpasang dengan benar, maka permasalahannya terletak pada power supply yang jelek. Segera ganti power supply tersebut dengan yang baru.

Kasus:
Mode Power Saving atau Standby yang ada di Windows 98 tidak bekerja dengan baik.
Solusi:
Ada beberapa komponen yang menyebabkan permasalahan diatas, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pastikan fasilitas Power Management sedang aktif. Untuk mengaktifkannya, lakukan langkah-langkah sebagai berikut: Klik Start/Settings/Control panel/klik dua kali icon Power Management untuk memastikan Power schemes dalam kondisi Always on dan aturlah waktu yang diinginkan untuk menampilkan aktivitas power Management pada monitor dan hard disk.
2. Tutup semua aplikasi yang sedang terbuka dan aktif. Ikuti instruksi yang ada pada Clean Boot untuk menutup semua software atau program yang sedang terbuka dan aktif. Begitu software tersebut tertutup, otomatis fasilitas Power Saving/Standby akan muncul.
3. Screen Savers. Non-aktifkan semua screen saver. Screen saver tersebut misalnya 3D Flower Box, 3D Flying Objects, 3D Maze and 3D Text. Apabila screen saver ini sudah hilang maka fitur Power Saving/standby akan muncul.
4. Power Management Aktif/Tidak Aktif pada CMOS. Secara umum, komputer mempunyai kontrol power management dalam BIOS. Cek CMOS komputer untuk memastikan bahwa Power Management aktif pada CMOS. Kalau ternyata ada masalah, maka kemungkinan driver dari APM ada yang rusak atau corrupt.
Komponen Hardware dapat menyebabkan mode Power Saving/Standby tidak bekerja dengan Beberapa perangkat keras, misalnya USB dapat menyebabkan mode Power Saving/Standby tidak bisa bekerja dengan baik.
Belajar memahami tentang troubleshooting dari perangkat keras yang telah dipasang dan dirakit menjadi sebuah komputer atau PC memang sudah seharusnya dilakukan, sehingga jika muncul masalah tersebut tidak terlalu bingung mengatasinya. Troubleshooting adalah proses menemukan kesalahan umum yang sering terjadi pada masing-masing perangkat keras yang digunakan pada saat merakit komputer dan mencari penyelesaian atas permasalahan yang terjadi.
Kasus:
UPS tidak bisa mengatasi tegangan dengan baik.

Solusi:
Kemungkinan UPS yang dimiliki, baterainya dalam kondisi yang lemah. Segera isi ulang baterai tersebut supaya kapasitas dan kekuatannya menjadi penuh kembali. Apabila baterai sudah dalam keadaan penuh, tetapi permasalahan masih terjadi, maka kemungkinan besar permasalahan terletak pada UPS.




BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
            Troubleshooting merupakan cara menyelesaikan masalah  pada sistem komputer atau piranti teknologi lain menggunakan metode yang sistematik.
                   Pada umumnya troubleshooting komputer dibagi menjadi dua jenis yaitu hardware troubleshooting dan software troubleshooting. Troubleshooting hardware biasanya ditandai dengan monitor yang mati, komputer yang tidak mampu menyala dan banyak lagi contohnya. Sedangkan software troubleshooting  ditandai dengan kinerja komputer yang lambat dan  lain – lain. Dan juga tidak menutup kemungkinan gejala – gejala yang ditimbulkan oleh software seperti lambatnya kinerja komputer juga bisa dikarenakan permasalahan dari hardware komputer tersebut.
                   Dalam menganalisa troubleshooting memiliki beberapa analisa yaitu : analisa pengukuran, analisa suara, dan analisa tampilan.

B.    SARAN
            Dalam setiap makalah masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangan. oleh karena itu, demi penyempurnaan makalah ini sangat di harapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun. Dan di dalam materi makalah ini penulis berharap dapat bermanfaat bagi semua kalangan yang memiliki komputer sehingga masalah – masalah yang sering terjadi dapat teratasi dengan adanya makalah ini, dan ataupun bisa menghindari hal – hal yang dapat menjadi pemicu kerusakan terhadap komputer si pengguna.

DAFTAR PUSTAKA

1 komentar: