BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada perkembangan teknologi yang
semakin maju, penggunaan komputer serta barang elektronik lain semakin marak di
gunakan. Memang kita sebagai pengguna hanya menggunakan alat tersebut. Akan
tetapi kita terkadang susah atau bingung apabila alat tersebut mengalami
masalah dalam hal ini rusak, misalnya pada komputer atau laptop kita baik itu
yang bersifat pribadi ataupun umum.
Latar belakang biasanya menjadi
problem dalam memilih perangkat, jenis,dan spesifikasi sebuah komputer. Diantaranya
adalah tingkat kerusakannya, Kerusakan pada PC beragam ragam, mulai dari
software hingga ke hardwarenya. Jika kerusakan yang terjadi pada software
mungkin masih bisa kita perbaiki sendiri dengan banyak cara, namun jika
kerusakan terjadi pada hardware, seperti memory,hardisk, bahkan pada PSU nya,
jika sudah rusak, kemungkinan besar kita menggantinya.
Nah sebelum mengganti part part
tersebut, kita akan membahas bagaimana mendeteksi, atau troubleshoot pada PSU
yang bermasalah.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa Penjelasan Troubleshooting?
2. Kerusakan dan Solusi Pada Power Supply Yang
Bermasalah.
C. TUJUAN
Berdasarkan
dengan latar belakang dan rumusan masalah dalam makalah ini penulis menyampaikan tujuan dalam pembuatan makalah ini
dengan tujuan:
1. Memenuhi tugas mata kuliah troubleshooting
2. Memahami pengertian troubleshooting
3. Dapat mengetahui cara menganalisa Kerusakan pada
Powersupply
4. Menambah wawasan kita mengenai masalah yang terjadi
pada PowerSupply
yang di gunakan
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN TROUBLESHOOTING
Troubleshooting merupakan cara
menyelesaikan masalah pada sistem
komputer atau piranti teknologi lain menggunakan metode yang sistematik.
Pendekatannya adalah menemukan sumber permasalahan atau kesalahan agar nantinya
dapat diperbaiki.Troubleshooting sering disalah artikan sebagai masalah itu
sendiri, bukan metode penyelesaian masalahnya.
B. MENGANALISA TROUBLESHOOTING

Tabel Pendeteksian Masalah
1) Analisa Pengukuran
Pada
tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada
komponen nomor 1 sampai 3. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk
mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut Contoh :
Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu mengukur
tegangan yang diberikan oleh Power Supply ke komponen lainnya.
2) Analisa
Suara
Pada
tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki
oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker
sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen
nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak
keterangan berikut :
§ 1 beep pendek DRAM gagal merefresh
§ 2 beep pendek Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM
Parity (sistem memori)
§ 3 beep pendek BIOS gagal mengakses memori 64KB
pertama.
§ 4 beep pendek Timer pada sistem gagal bekerja
§ 5 beep pendek Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
§ 6 beep pendek Controller pada keyboard tidak dapat
berjalan dengan baik
§ 7 beep pendek Video Mode error
§ 8 beep pendek Tes memori VGA gagal
§ 9 beep pendek Checksum error ROM BIOS bermasalah
§ 10 beep pendek CMOS shutdown read/write mengalami errror
§ 11 beep pendek Chache memori error
§ 1 beep panjang 3 beep pendek Conventional/Extended memori rusak
§ 1 beep panjang 8 beep pendek
Tes tampilan gambar gagal
Catatan : Pada kode
beep di atas hanya berlaku pada BIOS jenis AMI dan jenis BIOS lainnya mempunyai
kode beep berbeda.
3) Analisa
Tampilan
Pada
tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak
permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di
monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9.
Contoh : Pada saat komputer
dinyalakan tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak
permasalahan hanya pada Keyboard.
C. CARA MELAKUKAN
TROUBLESHOOTING
Kasus:
Power supply mengeluarkan suara yang berderit-derit.
Solusi:
Kemungkinan besar permasalahan tersebut terletak pada kipas prosesor. Bersihkan kipas prosesor tersebut. Tetapi apabila setelah dibersihkan masih mengalami kondisi yang sama, maka permasalahan tersebut terletak pada beberapa konrponen elektronik yang ada di sekitar power supply.
Power supply mengeluarkan suara yang berderit-derit.
Solusi:
Kemungkinan besar permasalahan tersebut terletak pada kipas prosesor. Bersihkan kipas prosesor tersebut. Tetapi apabila setelah dibersihkan masih mengalami kondisi yang sama, maka permasalahan tersebut terletak pada beberapa konrponen elektronik yang ada di sekitar power supply.
Kasus:
Lampu penerangan suram dan kompufer booting ulang.
Lampu penerangan suram dan kompufer booting ulang.
Solusi:
Kemungkinan tegangan listrik tidak stabil dan memerlukan UPS untuk menangani masalah tersebut. Segera beli UPS untuk menangani masalah tersebut, karena apabila dibiarkan maka PC lama kelamaan akan rusak karena tegangan yang tidak stabil.
Kemungkinan tegangan listrik tidak stabil dan memerlukan UPS untuk menangani masalah tersebut. Segera beli UPS untuk menangani masalah tersebut, karena apabila dibiarkan maka PC lama kelamaan akan rusak karena tegangan yang tidak stabil.
Kasus:
Ketika menghidupkan komputer, tidak terjadi apa-apa, tetapi power supply tidak mau hidup.
Solusi:
Pastikan semua komponen terpasang dan terhubung pada power dan mendapatkan daya dari power supply tersebut. Jika kita menggunakan casing komputer dengan power supply yang bertipe ATX, Kita harus mengecek konektor dari switch power ke konektor Power Switch yang ada di motherboard. Sangat sering terjadi, khususnya ketika memasang case compute dengan sistem ATX, konektor yang dipasang keliru dan terbali sehingga menyebabkan PC tidak bisa menyala. Jika konektornya sudah terpasang dengan benar, maka permasalahannya terletak pada power supply yang jelek. Segera ganti power supply tersebut dengan yang baru.
Pastikan semua komponen terpasang dan terhubung pada power dan mendapatkan daya dari power supply tersebut. Jika kita menggunakan casing komputer dengan power supply yang bertipe ATX, Kita harus mengecek konektor dari switch power ke konektor Power Switch yang ada di motherboard. Sangat sering terjadi, khususnya ketika memasang case compute dengan sistem ATX, konektor yang dipasang keliru dan terbali sehingga menyebabkan PC tidak bisa menyala. Jika konektornya sudah terpasang dengan benar, maka permasalahannya terletak pada power supply yang jelek. Segera ganti power supply tersebut dengan yang baru.
Kasus:
Mode Power Saving atau Standby yang ada di Windows 98 tidak bekerja dengan baik.
Mode Power Saving atau Standby yang ada di Windows 98 tidak bekerja dengan baik.
Solusi:
Ada beberapa komponen yang menyebabkan permasalahan diatas, diantaranya adalah sebagai berikut:
Ada beberapa komponen yang menyebabkan permasalahan diatas, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.
Pastikan fasilitas Power Management sedang aktif. Untuk mengaktifkannya,
lakukan langkah-langkah sebagai berikut: Klik Start/Settings/Control panel/klik
dua kali icon Power Management untuk memastikan Power schemes dalam kondisi
Always on dan aturlah waktu yang diinginkan untuk menampilkan aktivitas power
Management pada monitor dan hard disk.
2.
Tutup semua aplikasi yang sedang terbuka dan aktif. Ikuti instruksi yang ada
pada Clean Boot untuk menutup semua software atau program yang sedang terbuka
dan aktif. Begitu software tersebut tertutup, otomatis fasilitas Power
Saving/Standby akan muncul.
3.
Screen Savers. Non-aktifkan semua screen saver. Screen saver tersebut misalnya
3D Flower Box, 3D Flying Objects, 3D Maze and 3D Text. Apabila screen saver ini
sudah hilang maka fitur Power Saving/standby akan muncul.
4.
Power Management Aktif/Tidak Aktif pada CMOS. Secara umum, komputer mempunyai
kontrol power management dalam BIOS. Cek CMOS komputer untuk memastikan bahwa
Power Management aktif pada CMOS. Kalau ternyata ada masalah, maka kemungkinan
driver dari APM ada yang rusak atau corrupt.
Komponen
Hardware dapat menyebabkan mode Power Saving/Standby tidak bekerja dengan
Beberapa perangkat keras, misalnya USB dapat menyebabkan mode Power
Saving/Standby tidak bisa bekerja dengan baik.
Belajar
memahami tentang troubleshooting dari perangkat keras yang telah dipasang dan
dirakit menjadi sebuah komputer atau PC memang sudah seharusnya dilakukan,
sehingga jika muncul masalah tersebut tidak terlalu bingung mengatasinya.
Troubleshooting adalah proses menemukan kesalahan umum yang sering terjadi pada
masing-masing perangkat keras yang digunakan pada saat merakit komputer dan
mencari penyelesaian atas permasalahan yang terjadi.
Kasus:
UPS tidak bisa mengatasi tegangan dengan baik.
UPS tidak bisa mengatasi tegangan dengan baik.
Solusi:
Kemungkinan UPS yang dimiliki, baterainya dalam kondisi yang lemah. Segera isi ulang baterai tersebut supaya kapasitas dan kekuatannya menjadi penuh kembali. Apabila baterai sudah dalam keadaan penuh, tetapi permasalahan masih terjadi, maka kemungkinan besar permasalahan terletak pada UPS.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Troubleshooting
merupakan cara menyelesaikan masalah
pada sistem komputer atau piranti teknologi lain menggunakan metode yang
sistematik.
Pada umumnya troubleshooting
komputer dibagi menjadi dua jenis yaitu hardware troubleshooting dan software
troubleshooting. Troubleshooting hardware biasanya ditandai dengan monitor yang
mati, komputer yang tidak mampu menyala dan banyak lagi contohnya. Sedangkan
software troubleshooting ditandai dengan
kinerja komputer yang lambat dan lain –
lain. Dan juga tidak menutup kemungkinan gejala – gejala yang ditimbulkan oleh
software seperti lambatnya kinerja komputer juga bisa dikarenakan permasalahan
dari hardware komputer tersebut.
Dalam menganalisa
troubleshooting memiliki beberapa analisa yaitu : analisa pengukuran, analisa
suara, dan analisa tampilan.
B. SARAN
Dalam
setiap makalah masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangan. oleh karena
itu, demi penyempurnaan makalah ini sangat di harapkan kritik dan sarannya yang
bersifat membangun. Dan di dalam materi makalah ini penulis berharap dapat
bermanfaat bagi semua kalangan yang memiliki komputer sehingga masalah –
masalah yang sering terjadi dapat teratasi dengan adanya makalah ini, dan
ataupun bisa menghindari hal – hal yang dapat menjadi pemicu kerusakan terhadap
komputer si pengguna.
DAFTAR
PUSTAKA
good job gan
BalasHapusSolder Blower